KISAH : Kajian Kopri Rayon Sahabat
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Rayon Sahabat Universitas Negeri Surabaya mengadakan acara KISAH (Kajian Kopri Rayon Sahabat) dengan tema Eksistensi Kopri dalam “Mengoptimalkan Intelektual Perempuan yang Berjiwa Pemimpin” pada hari Selasa tanggal 18 Juli 2023 bertempat di Laboratorium Merdeka Belajar Universitas Negeri Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Sahabati Ica selaku Ketua Kopri Komisariat UNESA sekaligus narasumber KISAH, Sahabat Alam selaku Ketua Komisariat PMII UNESA, Sahabat Firman selaku Ketua Rayon Sahabat, Sahabati Khafika selaku Ketua Kopri Rayon Sahabat serta sahabat-sahabati dari Rayon Sahabat Universitas Negeri Surabaya.
Kajian tersebut mengandung tiga tema inti, yakni eksistensi Kopri, pemberdayaan intelektual kader serta pemuda yang berjiwa pemimpin. Dalam diskusi Eksistensi Kopri, membahas tentang tujuan adanya Kopri didirikan yakni merupakan benih subur dari salah satu bidang rayon, yakni Biro Keputrian. Eksistensi Kopri juga memyinggung para sahabati bahwa dalam pergerakan, sahabati juga berperan penting pada tubuh Kopri. Oleh sebab itu, perlu disadari bahwa dalam setiap diri sahabati juga termasuk kader Kopri.
Pada diskusi selanjutnya membahas tentang pemberdayaan intelektual kader. Dewasa ini, seiring berjalannya waktu zaman semakin canggih. Segala akses juga dipermudah, terutama dalam hal menerima informasi. Melalui fenomena tersebut disinggung oleh Sahabat Firman, "Mengingat generasi milenial kini, informasi juga serba instan, lalu apakah masih efisien jika sebelum diskusi disediakan referensi terlebih berupa hardbook?" Pertanyaan tersebut didiskusikan oleh beberapa orang, termasuk Sahabat Alam selaku Ketua Komisariat PMII UNESA. Beliau menambahkan bahwa penyediaan referensi jug dipandang perlu agar sebelum diskusi sudah memiliki suatu gambaran tentang referensi tambahan yang diperlukan. Sahabati Iis juga menambahkan bahwa pengembangan intelektual tersebut juga didasari oleh tiga hal yakni Literasi, Interaksi serta Sosialisasi. Unsur literasi merupakan unsur terpenting sebab sebagai sumber dalam pengembangan intelektual. Sedangkan unsur interaksi dan sosialisasi merupakan kedua unsur yang tidak terpisahkan. Setelah literasi disimpan dan diproses melalui diskusi maka perlu adanya sosialisasi dan interaksi agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Diskusi yang terakhir membahas tentang pemuda yang berjiwa pemimpin. Sesuai pepatah arab, "Setiap orang adalah pemimpin, ialah mereka yang memimpin diri sendiri." Esensi dari pepatah tersebut sangat kental dengan diskusi, sebab jika seseorang tidak bisa memanajemen diri mereka sendiri maka ia belum bisa dikatakan sebagai pemimpin. Oleh karena itu, sikap kepemimpinan paling dasar ialah mampu memimpin diri sendiri dalam memerangi hawa nafsu, memanajemen waktu serta memilah baik itu yang mudharat serta merugikan pada setiap individu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar